Tips Untuk Fotografi Outdoor

Id-Stobist Palembang with Anita & Eka - Documentation by Gunawan Qiu

BEBERAPA TIPS FOTOGRAFI

1.IMAJINASI
Perkaya imajinasi anda. imajinasi dan ide adalah “ bahan mentah “ foto yang belum divisualkan. Perkayalah dengan menambah referensi visual, misal dengan sering mengapresiasikan karya – karya seni dalam bentuk apapun. Bukan semata – mata bakat yang menentukan keberhasilan memotret, tapi kekayaan imajinasi Anda.
2.TEORI DASAR
Jangan lupakan teori dasar fotografi. Seperti halnya cabang ilmu dan seni lain, fotografi menuntut inovasi dalam berkarya. Tetapi, kuasai dulu teori dasar memotret sebelum bereksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai inovasi. Bolehlah teori itu kita pakai sebagai kerangkanya.
3.MENGANALISA
Analisalah foto-foto yang anda anggap bagus. Belajar fotografi paling simple adalah dengan menganalisa foto. Setelah menikmati sebuah foto yang sangat mengesankan, cobalah menganalisa. Kenapa foto ini “ Bagus “?…Apakah karena lighting-nya, momment-nya, ekspresi-nya, gestur-nya, atau angle-nya?. Kesimpulan yang kita dapat merupakan ilmu yang berharga.
4.PERALATAN
Kuasai hardware dan software fotografi yang anda miliki. Secanggih apapun alat yang anda miliki tak akan membantu menghasilkan karya gemilang, selama anda tidak menguasainya. Penguasaan hardware ( kamera,lensa, lighting, dll ) sangat membantu saat menerjemahkan imajinasi. Editing software bakal menyempurnakan hasilnya. Karena itu, Maksimalkan dulu yang anda punya.
5.WAKTU MEMOTRET
Pahami betul waktu yang tepat untuk memotret outdoor. Cuaca cerah memang ideal untuk memotret. Patokan kasar adalah bayangan diri kita ditanah masih lebih panjang dari tubuh, biasanya masih OK untuk mengambil gambar. ( 6.00-8.00 & 16.00-18.00 ). Jadi selain memikirkan komposisi dan angle, jatuhnya cahaya ke obyek, perhatikan pula background maupun foreground, agar gambar lebih dramatis dengan bagian terang dan gelap lebih terlihat.
6.LOKASI
Kuasai daerah yang akan kita potret. Mencari sudut terbaik di suatu tempat kadang tak bisa dengan sekali kunjungan. Apalagi, jika wilayahnya luas. Biasanya perlu beberapa kali survey untuk menemukan sudut yang cantik. Galilah informasi sebanyak-banyaknya.
7.JEBAKAN UNTUK MENGULANGI
Hindari memotret dengan ide dan sudut yang sudah biasa. Dorongan untuk “ mengulang “ atau “membuat tiruan” memang kuat, terlebih bila kita memiliki referensi foto yang mengesankan. Boleh saja karya anda ternyata lebih sempurna, Tapi idenya tidak orisinal lagi. Untuk menghindarinya, bekali diri dengan segudang ide dan jelajahi kemungkinan lain yang bisa dieksplorasi dari object dan lokasi yang sama.
8.OBYEK UTAMA
Pembagian “peran” dalam sebuah foto. Ibarat sebuah film, setiap object didalam foto harusnya mempunyai peran. Ada peran utama yang terlihat menonjol saat pertama kali melihat kita melihat foto, dan memang diposisikan untuk itu. Adapula peran pembantu dan figuran, yang tidak boleh lebih menonjol dari peran utama. Juga ada setting tempat, warna/tone untuk memperkuat mood. hal yang terpenting yang harus kita pahami adalah semua peran dan setting yang mendukung peran utama. Tidak ada yang berdiri sendiri. Inilah yang menjadikan foto kita terlihat compact.
9.FORMAT
Anggaplah foto akan dicetak dalam ukuran terbesar. Format file terbaik untuk memotret (di luar foto jurnalistik) adalah RAW. Dengan format ini, selain keleluasaan untuk mengolah lebih lanjut (White balance, Exposure, dll.) , kita dapat menghasilkan format TIFF yang lebih padat pikselnya, yang berguna untuk keperluan komersial (pesanan). Sekalipun memotret hanya untuk hoby, kita tak akan tahu jika suatu saat foto kita akan terpakai untuk keperluan komersial atau cetak besar.
10.PENGATURAN DI PHOTOSHOP
Editing untuk menyederhanakan foto. sebenarnya editing digunakan untuk menyederhanakan foto. Silahkan membuang atau mereduksi obyek yang tak punya peran atau yang tidak memperkuat peran obyek utama. Salah satu caranya dengan mengatur terang-gelap. Ada bagian yang seharusnya lebih terang dan ada sebagian yang sebaiknya lebih gelap. Dengan menu adjustment dan dodge/burn tool di Photoshop, hal ini bisa dengan mudah dilakukan. Mengatur warna pun penting. Padu-padan warna antara obyek utama dan background, misalnya, bisa diatur lagi hingga menjadi harmonis…

(sumber : Rully Trisaputra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s